Sabtu, 17 November 2012

UNSUR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

klik dahulu ya


STANDAR KOMPETENSI
Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung/tidak langsung
KOMPETENSI DASAR
1.2 Mengidentifikasi unsur sastra  (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang Disampaikan secara langsung /melalui rekaman
INDIKATOR
Menyampaikan  unsur-unsur intrinsik
Menyampaikan unsur-unsur  ekstrinsik
Menanggapi (setuju atau tidak setuju) unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan

 UNSUR INTRINSIK           terdiri dari    
 Tema
bisanya berkaitan dengan masalah-masalah seputar kehidupan manusia, misalnya kesepian seseorag, cemburu, keimanan yang goyah, dll.
Pokok persoalan tersebut bisanya tersirat pada konfliks yang dihadapi tokoh utama.
Ide cerita bisa bersumber pada pengalaman diri sendiri maupun orang lain.
Amanat
 merupakan pesan atau nasihat yang disampaikan pengarang kepada pembaca lewat cerita yang dipaparkannya.   Amanat bisanya berkaitan dengan tema yang diangkat.
                      Tema à konfliks tokoh utama à  amanat
Latar
merupakan keterangan mengenai waktu, tempat/ruang, dan suasana yang tersirat dalam cerita. Misalnya:
Latar waktu: pagi hari, zaman perang, dll.
Latar tempat: ruang tamu, Gunung Kidul, Jepang
Latar suasana: menyedihkan, mencekam
Latar waktu: pagi hari, zaman perang, dll.
Alur
merupakan rentetan peristiwa yang membentuk cerita dan menunjukkan hubungan sebab akibat.
Tahapan alur: pendahuluan, konfliks, penanjakan, klimaks, antiklimaks, peleraian.
Jenis alur: alur maju/lurus, mundur/surot balik, dan campuran.
Sudut pandang ->   merupakan cara si pengarang mengisahkan/menceritakan suatu cerita.
                             Sudut pandang
                            a. orang pertama (akuan)
                                         1.   pelaku utama ,    2.   pelaku sampingan                          
                   b. orang ketiga (diaan) 
                                            1.  serbatahu              2. narator

Tokoh dan penokohan
Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita. Tokoh tersebut memiliki watak tertentu, misalnya pemarah, pencemburu, bijaksana, dll.
Penokohan merupakan cara pengarang dalam menampilkan watak tokoh.
Penokohan dapat terlihat dari:
penjelasan langsung, dialog antartokoh, reaksi tokoh lain, pikiran tokoh, lingkungan, bentuk fisik, sikap/tingkah laku

Gaya cerita/kepengarangan     merupakan ciri pengarang  dalam bercerita, misalnya   
menggurui, mengejek, berkhotbah, dll.

UNSUR EKSITRIK
Adalah  unsur-unsur  yang  berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi   bangunan  atau   sistem organisme    karya   sastra.  Secara   lebih khusus  lagi  ia  dapat  dikatakan  sebagai unsur-unsur yang mempengaruhi bangun cerita  sebuah  karya  sastra, tetapi  tidak menjadi  bagian  di dalamnya. Walaupun demikian,      unsur     ekstrinsik      cukup berpengaruh  terhadap  totalitas bangun cerita yang dihasilkannya.
Menurut Wellek & Warren (1956):
Keadaan subjektivitas individu pengarang yg memiliki sikap, keyakinan, & pandangan hidup yang semuanya itu mempengaruhi karya sastra yang dibuatnya.
Keadaan psikologis, baik p. pengarang, p. pembaca, maupun penerapan prinsip psikologis dalam karya.
Keadaan lingk. pengarang (ekonomi, sosial, dan politik).
Pandangan hidup suatu bangsa, berbagai karya seni, agama, dll.

LATIHAN SOAL
Bacalah cerita dibawah ini, kemudian analisislah  unsur-unsur dalam cerita tersebut
Desa Trunyan terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, sekitar 70 kilometer dari  kota Denpasar, Bali. Masyarakat desa itu dikenal dengan berbagai adat dan tradisinya yang unik, yang tidak dimiliki oleh daerah lain.Untuk bisa mencapai desa Bali asli ini, pengunjung harus menyeberangi Danau Batur dengan perahu motor selama dua puluh menit. Biaya sewa perahu Rp 400 ribu.
Sesampainya di Desa Trunyan pengunjung  akan disuguhi pemandangan alam yang masih alami dengan adat istiadat yang khas. Danau dan Gunung Batur adalah keindahan alam yang bisa dinikmati selain alam Desa Trunyan yang alami.
Keunikan lain di Desa Batur adalah cara pemakaman jenazah yang tidak dikubur. Meski hanya diletakkan di atas tanah, jenazah tidak mengeluarkan bau busuk. Jumlah jenazah yang boleh diletakkan di atas tanah kuburan ini paling banyak sebelas.Jika hendak mengunjungi Desa Trunyan, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 200 meter dari dermaga sambil menikmati pemandang- an. Pemandu wisata lokal siap mendampingi para wisatawan.
Dan ini uniknya. Kendati hanya diletakkan di atas tanah atau tidak dikubur, jenazah warga Trunyan ini tidak mengeluarkan bau busuk. Rahasianya ternyata di areal kuburan tumbuh pohon 'nyan' atau ‘menyan’ yang berbau sangat wangi.
Kata Trunyan berasal dari kata ‘taru menyan’ atau ‘pohon wangi’. Desa yang juga disebut kayu wangi ini merupakan salah satu desa asli di Bali yang tidak terkena pengaruh tradisi dan budaya Majapahit.
.    Angin berhembus membelai dedaunan kering dibawah pohon randu yang dipenuhi kapuk putih beterbangan. Capung-capung nampak begitu gembira terbang diatas alam bebas, yang penuh dengan keindahan. Tak seperti burung merpati yang enggan pergi dan hanya terpuruk di dalam sangkar.  Yang paling menonjol dalam penggalan cerpen diatas adalah ….
       a. Tema                                                  d. latar
       b. Penokohan                                        e. alur
       c. Amanat
2.    Kami selalu bersama-sama dalam keadaan apapun. Kami selalu tertawa dalam situasi apapun. Kebersamaan menjadi ciri khas kami. Tak ada kesedihan yang kami rasakan, jika kami berkumpul bersama…   Tema penggalan cerpen diatas adalah ….
       a. Persahabatan           d. pencurian
       b. Perselisihan              e. Pelampiasan
       c. Perselingkuhan
3. Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda. Sehingga orang yang hanya mendengarku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda….
    “Kenang-Kenangan” oleh Abdul Gani A.K
    Watak tokoh “Aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah ….
    a. Percaya diri
    b. Mudah menyesuaikan diri
    c. Sombong
    d. Rajin berusaha
    e. Rendah hati
.       Setelah sampai waktunya diadakan pemeriksaan ternyata rencanaku mendapat pilihan utama dan mendapatkan hadiah pertama. Aku ingin melihat namaku tercantum dalam surat kabar. Surat kabar sebagai pemenang pertama. Setelah kubaca surat kabar, akhirnya nama pemenangnya aku, juga diumumkan. Tapi, hanya pada sebuah surat kabar dan hanya sekelumit saja. Tanpa komentar apa-apa, akhirnya panitia sayembara memutuskan hadiah pertama jatuh kepada (lalu disebut nama pemenang). Tapi, untuk menyebut namaku, Samsudin Jaya, wah salah cetak pula menjadi Alaudin Basah. Padahal keinginan yang paling utama  dari seluruh kerja kerasku adalah “Aku ingin terkenal ke seluruh dunia, setidak-tidaknya ke seluruh Indonesia ! Tapi sayang, aku juga tidak dikenal orang-orang.
          Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerpen tersebut            adalah ….
       a. Orang pertama pelaku sampingan
       b. Orang ketiga serbatahu
       c. Orang pertama dan orang ketiga
       d. Orang pertama pelaku utama
       e. Orang ketiga pelaku utama
5. Watak “Aku” kutipan cerpen tersebut adalah ….
      a. Egoistis
      b. Idealis
      c. Pesimistis
      d. Otoriter
      e. Ambisius






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar